
Sebuah grafik yang menggambarkan operasi militer India (Dok. Manish Swarup/Associated Press)
JawaPos.com - India melakukan serangan militer besar-besaran di sebagian Pakistan dan Kashmir yang dikelola oleh Pakistan, Rabu (7/5) pagi. Militer India menyebut serangan itu bagian dari "Operasi Sindoor."
Melansir dari Al-Jazeera, Operasi Sindoor sebuah operasi diklaim India menargetkan sembilan lokasi infrastruktur teroris yang selama ini dianggap sebagai pusat perencanaan serangan terhadap wilayah India.
Nama 'Sindoor' diambil dari bubuk vermilion svermilion, pigmen merah yang sering dipakai oleh wanita Hindu yang sudah menikah di dahi mereka. Nama operasi militer India adalah referensi yang jelas untuk cara penyerang menembak korban mereka di Pahalgam pada 22 April lalu.
Baca Juga: India-Pakistan Memanas, Kemlu Minta WNI Jauhi Wilayah Konflik
Militer Pakistan mengatakan rudal India menghantam enam kota termasuk empat tempat berbeda di Provinsi Punjab. Pertama kalinya India menghantam negara bagian terpadat di Pakistan sejak perang 1971. Dua tempat yang tersisa yang ditargetkan adalah Muzaffarabad dan Kotli, keduanya di Kashmir yang dikelola oleh Pakistan.
Serangan India terjadi 15 hari setelah serangan mematikan terhadap turis di Kota Pahalgam, Kashmir yang dikelola India pada 22 April lalu. India menyalahkan kelompok bersenjata yang diklaim didukung oleh Pakistan. Islamabad membantah berperan dalam serangan itu. Sekarang, tetangga bersenjata nuklir berdiri di jurang konflik militer besar-besaran.
Berikut ini beberapa fakta-fakta bagaimana serangan India, tanggapan Pakistan, dan latar belakang konflik ini sejauh ini.
Serangan Pertama India ke Pakistan
Juru bicara militer Pakistan Letnan Jenderal Ahmed Sharif Chaudhry, dalam konferensi pers mengatakan rudal India menargetkan empat lokasi di Punjab dan dua di Kashmir yang dikelola Pakistan. Serangan itu dimulai sekitar pukul 01.00 waktu setempat.
Serangan terbesar terjadi di Ahmedpur Sharqia, dekat kota Bahawalpur di Punjab. Menurut Chaudhry, sebuah kompleks masjid dihantam dan lima orang tewas, termasuk seorang gadis berusia tiga tahun.
Serangan lain terjadi di Kota Muridke, sebuah desa dekat Kota Sialkot, dan Shakar Garh, semuanya di Punjab. Dua lokasi di Kashmir yang dikelola Pakistan, Muzaffarabad dan Kotli juga terkena serta dua masjid dihancurkan.
Menurut pihak berwenang Pakistan, seorang gadis berusia 16 tahun dan seorang anak laki-laki berusia 18 tahun termasuk di antara mereka yang tewas dalam serangan itu, kata mereka. Chaudhry mengatakan setidaknya delapan warga Pakistan tewas dan 35 terluka dalam serangan itu.
Provinsi Punjab mengumumkan keadaan darurat, dengan rumah sakit dan pasukan keamanan dalam siaga tinggi, dan sekolah ditutup pada Rabu (7/5).
Tanggapan Pakistan Atas Serangan India
Para pemimpin Pakistan baik politik maupun militer, mengatakan bahwa Pakisan telah menyiapkan pertahanan negaranya berupa jet tempur yang telah mengudara setelah India melakukan serangan.
Perdana Menteri Shehbaz Sharif, dalam sebuah posting di platform media sosial X, mengatakan balasan sedang "diberikan" ke India.
Beberapa serangan dilakukan oleh Pakistan dalam semalam diantaranya menembak jatuh lima jet India, termasuk tiga Rafale, pesawat tempur modern yang diperoleh India dari Prancis dalam beberapa tahun terakhir.
Selain Chaudhry, Menteri Informasi Attaullah Tarar, serta Menteri Pertahanan Khawaja Asif, juga mengklaim bahwa Pakistan telah menjatuhkan beberapa jet India. Namun, militer Pakistan juga mengatakan India telah menembakkan semua rudalnya dari wilayah udara India.
Pihak berwenang India belum mengomentari klaim tersebut apakah semua pesawat angkatan udara India yang berpartisipasi dalam serangan itu kembali dengan aman ke pangkalan masing-masing.
Pemerintah Pakistan mengklaim bahwa serangan India menyebabkan 26 warga sipil tewas dan 46 lainnya terluka. Sementara itu, India melaporkan tujuh warganya tewas dan 35 orang lainnya luka-luka akibat baku tembak lintas perbatasan yang dilakukan oleh pasukan Pakistan.
